Melihat Api Bekerja oleh M Aan Mansyur

Dalam pengantarnya untuk buku ini, Sapardi Djoko Damono memberikan penjelasan mengenai hubungan antara sastra, aksara, dan bunyi. Sastra adalah aksara, urusannya dengan mata. Berbeda dengan bunyi yang kita dengar melalui telinga. Tapi puisi dapat membuat kita ‘melihat’ bunyi. “Aksara ternyata tidak pernah bisa mengubur bunyi: kita cenderung melisankan kembali apa yang sudah kita ubah menjadiContinue reading “Melihat Api Bekerja oleh M Aan Mansyur”

Kerumunan Terakhir oleh Okky Madasari

Seperti biasa, karya-karya Okky Madasari selalu berhasil menggelitik kesadaran sosial kita tentang isu-isu yang terjadi di masyarakat. Kali ini tentang kegelisahan terhadap teknologi, identitas, eksistensi dan keberartian seseorang yang hidup di dua dunia, nyata dan maya. Banyak hal yang akrab dan dekat dengan pengalaman sehari-hari, namun banyak pula hal asing yang cukup menarik dan mengundangContinue reading “Kerumunan Terakhir oleh Okky Madasari”

Puncak yang Sekali Saja

Pendakian Semeru, Mei 2015 bagian ketiga (tamat) Malam ini, untuk mengumpulkan potongan-potongan cerita perjalanan Semeru, perjalanan yang kata Fariz memulai segalanya, saya harus meruntun arsip media sosial media saya hingga 12 bulan lalu. Ingatan saya memang kurang bisa diandalkan. Baru saja saya mendapatkan koreksi dari Delta, yang dari dulu memang selalu awas terhadap hal-hal yang rinci.Continue reading “Puncak yang Sekali Saja”

Halo, Semeru!

Pendakian Semeru, Mei 2015 bagian kedua Tepat pukul 15.15 kereta kami berangkat. Bergerak menjauhi Stasiun Pasar Senen. Meninggalkan Mas Basuki yang pastinya kesal dan kecewa. Meskipun sering mengomel karena metode transportasi di negeri ini sering terlambat dan tidak tepat waktu, namun kali ini ada rasa sesal, mengapa ketika butuh waktu, kereta ini berangkat dengan sangat tepatContinue reading “Halo, Semeru!”

Sebuah Sore di Stasiun Pasar Senen

Pendakian Semeru, Mei 2015 bagian pertama Pagi ini, seorang teman, Fariz namanya, mengirimkan sebuah pesan, “Sudah setahun, Si Semeru. Trip yang memulai segalanya”. Saya yang baru bangun tidur, belum sadar benar, hanya menjawab seadanya. Namun, tidak bisa tidak, pikiran saya kemudian berjalan-jalan mengunjungi rincian kejadian yang terjadi di bulan Mei setahun yang lalu. Saya teringatContinue reading “Sebuah Sore di Stasiun Pasar Senen”

Olenka by Budi Darma (1983)

  Sejak pertama kali membaca cerita pendek Budi Darma, saya merasa ada sedikit jarak antara saya sebagai pembaca dan beliau sebagai penulis yang tidak berhasil saya seberangi. Mungkin pemahaman saya saja yang tidak sampai. Atau mungkin juga hanya masalah selera. Tetapi secara utuh dan objektif saya paham benar dan mengakui kalau karya-karya Budi Darma adalahContinue reading “Olenka by Budi Darma (1983)”

Tidak Ada New York Hari Ini by Aan Mansyur (2016)

Mungkin penulisnya begitu pandai membaca naskah, menyulap sebuah cerita linear menjadi kata-kata yang punya jiwa. Membuat rindu dan kegelisahan si tokoh Rangga benar-benar sampai kepada kita yang membaca. Mungkin. Atau mungkin juga si penulis tahu rasanya menjadi Rangga. Berkutat dalam sesak dan ketidakberdayaan oleh rindu dan gelisah hati yang susah dicari definisinya. Mungkin. Mungkin kitaContinue reading “Tidak Ada New York Hari Ini by Aan Mansyur (2016)”

Ada Apa dengan Cinta 2 (2016)

Keberanian untuk memaafkan dan menerima, menurut saya pesan yang ingin disampaikan oleh film ini sangat jelas. Dengan menggunakan rangkaian adegan yang manis dan memancing nostalgia serta bantuan tempat-tempat ikonik dan gambar-gambar yang memanjakan mata, Riri Riza seolah ingin menjewer Rangga yang pendendam dan Cinta yang tukang ngambek, memaksa mereka untuk berdamai. Rangga yang cenderung pengecutContinue reading “Ada Apa dengan Cinta 2 (2016)”

Lebaran Tahun Ini

“Kok sendirian? Agus mana?” tanya Ibu. “Nanti nyusul, Bu. Masih ada kerjaan,” jawabku meraih tangan Ibu, salim. “Lebaran gini kok ya masih kerja?” “Namanya juga tentara, Bu. Ndak ada liburnya”. Berkumpul di Kayu Manis pada hari pertama lebaran adalah suatu kewajiban yang tidak bisa kami tinggalkan. Aku, Indri, dan Utari, seenggan apapun, kami tidak pernahContinue reading “Lebaran Tahun Ini”

Ana dan Anjani

Dinginnya dini hari seolah ingin menguji mental para pendaki yang ingin menjajal Puncak Anjani. Deru dan gemuruh angin datang dan pergi membawa ribut, mencoba mengecilkan nyali para pengelana pencari matahari. “Udalah, kamu tidur aja di tenda!” seru si pria dengan kasar. “Kamu pasti ngerepotin nanti!” “Tapi aku ingin ikut!” perempuan muda ini membantah. “Aku inginContinue reading “Ana dan Anjani”