Tidak Ada New York Hari Ini by Aan Mansyur (2016)

Mungkin penulisnya begitu pandai membaca naskah, menyulap sebuah cerita linear menjadi kata-kata yang punya jiwa. Membuat rindu dan kegelisahan si tokoh Rangga benar-benar sampai kepada kita yang membaca. Mungkin.

Atau mungkin juga si penulis tahu rasanya menjadi Rangga. Berkutat dalam sesak dan ketidakberdayaan oleh rindu dan gelisah hati yang susah dicari definisinya. Mungkin.

Mungkin kita semua pernah menjadi Rangga. Hidup dalam kenangan dengan segala ‘what if’ di kepala. Membuat kumpulan puisi ini menjadi istimewa. Aan Mansyur seperti berhasil mempertemukan rasa dengan kata. Memahami isi hati dan menuangkannya dalam bait-bait yang manis. Menyapa sosok Rangga dalam diri kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s