Festival Cerita Jakarta 2017

Saya teringat perjalanan saya di pergantian tahun 2016 ke 2017. Di pelataran Candi Borobudur, menunggu tengah malam, saya berdiskusi dengan teman-teman saya Haruno Subiyanto Fariz Achmad Purnomosidhi Fitri Putranti M. Rendy Haruman mengenai harapan di tahun 2017. Setelah saya memaparkan segala kekhawatiran saya tentang berbagai macam hal dalam hidup ini, sebuah kalimat sederhana dilontarkan oleh teman-teman saya, menjadi penguat saya dalam mengisi tahun 2017 ini, “Ina harus berani!”

Ina harus berani.

Kalimat sederhana inilah yang membuat 2017 menjadi begitu luar biasa buat saya. Bermodalkan keberanian (atau kenekadan), saya mencoba banyak hal di tahun ini. Ada yang berbuah manis, banyak juga yang tidak berjalan lancar. Ada yang harus ditunda, ada yang perlu banyak perbaikan. Tapi buat saya, semua hal di 2017 adalah serangkaian perjalanan tanpa sesal yang membuahkan pembelajaran yang luar biasa.

Dan semua ini karena sebuah kalimat sederhana, “Ina harus berani!”

Dari semua hal yang terjadi di tahun 2017, salah satu hal yang paling berkesan bagi saya adalah sebuah acara di penghujung tahun yang bertajuk Festival Cerita Jakarta.

03

Festival ini adalah muara pertama dari mimpi-mimpi yang saya dan sahabat-sahabat saya Ira Wulandari Warganegara dan Amirah Kaca Sumarto rintis sejak tahun 2014 bersama Rumah Cerita. Ini adalah acara besar pertama dari Rumah Cerita sejak kelahirannya dulu. Diawali dengan mimpi liar dan kenekadan, Rumah Cerita terus berjalan, kadang cepat kadang lambat, kadang jatuh, kadang berhenti sejenak untuk kemudian berlari lagi.

Dengan tagline “Dream a little dream of you”, di festival ini saya berharap semua orang berani bermimpi dan menyuarakan mimpinya.

05

Ketika mimpi bertemu dengan keberanian, rasanya semesta senantiasa mendukung. Tidak terhitung berapa banyak bantuan yang diterima Rumah Cerita secara tidak terduga dari berbagai pihak, termasuk dalam keberhasilan Festival Cerita Jakarta ini. Dari teman-teman terdekat, dari kenalan, bahkan dari orang-orang yang belum pernah saya temui sebelumnya. Alhamdulillahi rabbil alamin, puji dan syukur kepada Allah SWT.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua sahabat, kerabat, dan pihak-pihak luar biasa yang mendukung Rumah Cerita dan Festival Cerita Jakarta.

Terima kasih kepada semua pemimpi dan pemberani yang menularkan semangat terus mencoba dan pantang menyerah sampai akhirnya bisa tanpa perlu menjadi sempurna.

Terima kasih.

04

Apa mantra di tahun 2018? Setelah bermimpi dan berani, agaknya tahun ini saya ingin belajar percaya dan berserah. Berpikir positif terhadap segala sesuatu. Berdamai dengan ketidakpastian. Melepaskan kuasa atas hal-hal yang di luar kuasa kita.

Everything is happening exactly as it should be. Just accept, and soon we will understand why.

Have faith, Ina!

02

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s